Siklus sulfur didahului oleh pembentukan sulfur
dari kerak bumi dan atmosfer. Secara alami, sulfur terkandung di dalam
tanah dalam bentuk mineral tanah. Dimana kerak bumi umumnya mengandung sekitar
0,06% belerang. Sulfida-sulfida logam terdapat dalam bebatuan plutonik, yaitu
batuan yang membeku di dalam kerak bumi dan tidak mencapai ke permukaan bumi.
Bebatuan plutonik ini apabila hancur dan mengalami pelapukan akan membebaskan
sulfida ini melalui reaksi oksidasi dan menghasilkan sulfat (SO4-2)
yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dalam bentuk garam-garam
sulfat yang larut atau tidak larut.
